Berita

DEWAS API Banyuwangi Evaluasi Kinerja Dan Perkuat Strategi 2026

Image

Serah Terima Memorandum Dewan Pengawas (DEWAS) (Foto: Humas API Banyuwangi)

Banyuwangi — Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi menyelenggarakan Rapat Dewan Pengawas (Dewas) pada Senin, 23 Februari 2026, bertempat di Gedung Utama kampus API Banyuwangi. Agenda strategis ini membahas evaluasi kinerja Badan Layanan Umum (BLU), capaian Indikator Kinerja Utama (IKU), kesiapan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan (diklat), serta rencana aksi menghadapi tantangan operasional Tahun Anggaran 2026.

 

Rapat dihadiri oleh Ketua Dewan Pengawas baru Bapak Yusuf Nugroho, S.T., M.T, Plt. Ketua Dewas periode sebelumnya Bapak Rizal, S.T., M.A., Anggota Dewas baru Bapak Capt. Sigit Hani Hadiyanto, S.E., M.MTR dan Ibu Windraty Ariane Siallagan, S.E., M.A., Ph.D, serta Sekretaris Dewas periode sebelumnya Bapak Dr. Ir. M. Andra Aditiyawarman, S.T., M.T. Kegiatan ini juga diikuti oleh Direktur API Banyuwangi bapak Dr. Capt. Daniel D. Rumani, M.M., M.A. beserta jajaran manajemen, para Kepala Satuan, Pejabat Pembuat Komitmen, Pengelola Keuangan, serta Unit Teknis terkait.

 

Dewan Pengawas tiba di Bandar Udara Internasional Banyuwangi disambut oleh jajaran top manajemen API Banyuwangi. Setibanya di kampus, para tamu kehormatan menerima penyambutan resmi oleh Direktur berupa pemberian udeng/syal sebagai simbol penghormatan dan kearifan lokal Banyuwangi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan rangkaian acara serah terima jabatan dan rapat resmi Dewan Pengawas di ruang rapat lantai dua Gedung Utama.

 

Dalam rapat tersebut, Direktur API Banyuwangi memaparkan sejumlah capaian kinerja dan kondisi terkini lembaga. Paparan mencakup realisasi pendapatan dan belanja tahun 2026, perkembangan kontrak pengadaan, capaian KPI BLU per 20 Februari 2026, kesiapan sarana prasarana diklat, kondisi armada pesawat latih, serta usulan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2027.

 

Per 20 Februari 2026, realisasi daya serap belanja tercatat sebesar 17,79 persen, dengan pagu setelah efisiensi sebesar Rp87,3 miliar. Sementara itu, realisasi pendapatan BLU berbasis kas mencapai Rp7,45 miliar atau 20,11 persen dari target tahunan sebesar Rp37,04 miliar.

 

Pendapatan tersebut bersumber dari layanan pendidikan, optimalisasi aset, dan jasa perbankan. Kontribusi optimalisasi aset antara lain berasal dari pemanfaatan wisma dan gym, layanan campus tour, klinik pratama, sewa ruangan dan simulator, serta layanan Aircraft Maintenance Organization (AMO) dan propeller shop.

 

Dari sisi kontraktual, sejumlah kegiatan strategis telah memasuki tahap kontrak maupun proses pengadaan, termasuk layanan internet 12 bulan, permakanan taruna pembentukan, jasa outsourcing, asuransi awak dan pesawat latih, overhaul pesawat latih single engine, serta pengadaan suku cadang inspeksi pesawat.

 

Dalam paparan capaian KPI BLU, beberapa indikator menunjukkan progres positif, termasuk indeks peningkatan efisiensi layanan dan tingkat perencanaan serta pengelolaan rekening BLU. Namun demikian, terdapat sejumlah indikator yang masih memerlukan perhatian serius, antara lain realisasi pendapatan operasional BLU, optimalisasi aset tetap, serta peningkatan kuantitas dan kualitas penelitian.

 

Pada aspek pendidikan, target peserta diklat tahun 2026 sebanyak 588 orang dengan realisasi hingga Februari mencapai 170 peserta atau 29 persen. Program pembentukan menunjukkan capaian 57 persen dari target, sementara diklat teknis/short course mencapai 39 persen.

 

API Banyuwangi juga memaparkan rencana Seleksi Penerimaan Calon Taruna (Sipencatar) untuk Program Studi D.III Penerbang Sayap Tetap, D.III Operasi Pesawat Udara (mandiri dan Pola Pembibitan), serta Non Diploma Penerbang, dengan total kuota minimal 60 peserta.

 

Dewan Pengawas memberikan sejumlah masukan strategis, terutama terkait penguatan koordinasi dengan pemangku kepentingan, percepatan optimalisasi aset, serta konsistensi pengesahan pendapatan dan belanja sesuai target bulanan.

 

Dalam aspek sarana dan prasarana, API Banyuwangi saat ini memiliki tiga gedung asrama dengan kapasitas 228 kamar dan tingkat okupasi 162 kamar. Sebanyak 11 ruang kelas dengan kapasitas 168 orang dalam kondisi baik, meski memerlukan pemeliharaan atap dan kebutuhan insidentil lainnya.

 

Fasilitas simulator terdiri dari delapan unit, termasuk Redbird FMX, Training Device, serta Alsim C172 dan Alsim 250 Multi Engine. Namun, simulator multi engine Alsim 250 saat ini belum dapat digunakan secara optimal akibat kerusakan hardware dan software, sehingga proses pembelajaran IFR/VFR dialihkan ke simulator lain dengan konsekuensi antrian penggunaan.

 

Laboratorium FOO, Dangerous Goods, dan AVSEC dalam kondisi baik, sementara perpustakaan terakreditasi A dengan lebih dari 2.500 judul buku. Kendati demikian, beberapa fasilitas vital telah berusia lebih dari 10 tahun dan memerlukan perbaikan mayor.

 

Dalam mendukung kebutuhan praktik terbang sekitar 9.000 jam per tahun, API Banyuwangi mengoperasikan pesawat latih single engine dan multi engine, termasuk tipe Cessna 172 dan Piper PA-34 Seneca. Saat ini, terdapat unit pesawat dengan status AOG (Aircraft on Ground) serta kebutuhan pemenuhan Certificate of Airworthiness (C of A), asuransi, dan pembaruan lisensi.

 

Anggaran perawatan yang dibutuhkan untuk menghidupkan kembali pesawat AOG dan memenuhi kebutuhan praktik terbang tahun 2026 diperkirakan sebesar Rp32,57 miliar. Sementara anggaran yang tersedia sebesar Rp20,37 miliar, sehingga terdapat kekurangan sekitar Rp12,2 miliar.

 

Tantangan lainnya meliputi kenaikan kurs dolar AS yang mencapai Rp16.860 per 21 Februari 2026, situasi politik global yang tidak menentu, serta usia pesawat rata-rata 10 tahun yang mengharuskan penggantian sejumlah komponen utama.

 

Sebagai langkah mitigasi, manajemen merencanakan optimalisasi anggaran dan sisa kontrak untuk perbaikan minimal dua hingga tiga unit pesawat AOG guna menjaga kesinambungan operasional diklat.

 

Dalam rapat tersebut juga dipaparkan usulan pemenuhan sarana prasarana diklat tahun 2027 dengan total kebutuhan anggaran lebih dari Rp359 miliar untuk pengadaan dan penggantian sarana, Rp15,28 miliar untuk pembangunan prasarana, Rp26,94 miliar untuk pemeliharaan sarana, serta Rp11,65 miliar untuk operasional sarana diklat.

 

Usulan strategis mencakup overhaul dan penggantian engine pesawat latih single engine, overhaul multi engine, pengadaan simulator multi engine Flight Training Device (FTD) yang lebih mutakhir, pengadaan pesawat single engine turbo propeller amphibious, pembangunan ruang makan taruna, serta pemeliharaan prasarana kampus.

 

Namun demikian, manajemen menghadapi tantangan keterbatasan alokasi pendanaan dalam kerangka Renstra 2025–2029 serta status sejumlah usulan yang belum termasuk dalam RPJMN.

 

Sebagai solusi, API Banyuwangi mengusulkan penambahan pagu pada saat review Renstra serta melaksanakan pemeliharaan secara bertahap dan konsisten guna menjaga standar keselamatan dan kualitas pendidikan.

 

Rapat Dewan Pengawas ini menjadi momentum strategis untuk memastikan tata kelola BLU berjalan akuntabel, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan penerbangan. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja keuangan, operasional, dan akademik diharapkan mampu memperkuat daya saing lembaga serta menjawab tantangan industri penerbangan nasional.

 

Komitmen API Banyuwangi untuk terus meningkatkan kualitas layanan tercermin dalam semangat integritas yang diusung, yakni “Melayani Dengan Hati Tanpa Gratifikasi.” Prinsip tersebut menjadi landasan dalam setiap pengambilan keputusan, termasuk dalam pengelolaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, serta pelayanan kepada taruna dan pemangku kepentingan.

 

Dengan dukungan Dewan Pengawas, manajemen optimistis berbagai tantangan yang dihadapi pada tahun 2026 dapat dikelola secara terukur dan strategis, sehingga proses pendidikan dan pelatihan penerbang tetap berjalan optimal, aman, dan sesuai standar keselamatan penerbangan.

 

Rapat ditutup dan dilanjutkan dengan kunjungan fasilitas kampus meliputi ruang simulator, hanggar A, operasional briefing office, hanggar C, dan propeller shop. Pada sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan buka bersama Dewan Pengawas, manajemen, dan pegawai sebagai bagian dari penguatan silaturahmi dan kebersamaan institusi.

 

Melalui rapat ini, API Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi, memperkuat tata kelola BLU, serta menjaga kualitas pendidikan vokasi penerbangan demi mendukung kebutuhan sumber daya manusia transportasi udara Indonesia yang profesional dan berdaya saing global.