Berita

API Banyuwangi dan AirNav Indonesia Tutup Diklat PPL untuk ATC Batch II, Empat Lulusan Siap Perkuat Keselamatan Navigasi Udara

Image

Foto bersama setelah acara Penutupan Program Diklat PPL for ATC Batch II (Foto: Humas API Banyuwangi)

Banyuwangi, 9 Februari 2026 – Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi bersama PT AirNav Indonesia resmi menutup Program Pendidikan dan Pelatihan Private Pilot License (PPL) for Air Traffic Controller (ATC) Batch II dalam sebuah upacara yang digelar di Aula Gedung Utama Lantai 1 kampus API Banyuwangi, Senin (9/2) siang.

 

Penutupan program tersebut menandai selesainya rangkaian pendidikan intensif yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi teknis pemandu lalu lintas udara melalui pemahaman langsung terhadap aspek operasional penerbangan dari sisi pilot.

 

Direktur API Banyuwangi, Dr. Capt. Daniel D. Rumani, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia di sektor navigasi penerbangan nasional. Menurutnya, penguasaan perspektif pilot menjadi nilai tambah penting bagi personel ATC dalam menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas udara.

 

Program diklat ini diikuti empat peserta yang seluruhnya dinyatakan lulus. Selama masa pendidikan, para peserta menempuh total 319 jam pelatihan, terdiri dari 264 jam pembelajaran teori (ground training), 10 jam simulator, serta 45 jam latihan terbang (flight training). Lulusan terbaik pada angkatan ini diraih oleh Galih Adi Aviantoro.

 

Rangkaian acara penutupan dilaksanakan melalui upacara resmi yang meliputi pembacaan laporan pendidikan, penyematan tanda kelulusan kepada perwakilan peserta, amanat inspektur upacara, hingga prosesi serah terima lulusan kepada PT AirNav Indonesia. Prosesi tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan plakat sebagai simbol kerja sama kelembagaan.

 

Kerja sama antara API Banyuwangi dan AirNav Indonesia dinilai strategis dalam menjawab kebutuhan industri penerbangan yang semakin kompleks. Dengan memiliki lisensi dan pengalaman terbang, para ATC diharapkan mampu mengambil keputusan yang lebih presisi, memahami karakteristik pesawat, serta meningkatkan koordinasi komunikasi antara pilot dan pengendali lalu lintas udara.

 

Selain memperkuat kompetensi teknis, pelatihan ini juga menanamkan nilai disiplin, profesionalisme, dan budaya keselamatan sebagai fondasi utama operasional penerbangan.

 

Melalui program berkelanjutan semacam ini, API Banyuwangi menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan vokasi penerbangan yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan standar keselamatan penerbangan nasional.

 

Empat lulusan yang telah menyelesaikan program kini diproyeksikan kembali bertugas di lingkungan AirNav Indonesia dengan bekal kompetensi tambahan, guna mendukung pelayanan navigasi udara yang lebih aman, efisien, dan andal di ruang udara Indonesia.