Berita

Transportasi Udara Jadi Kunci Indonesia Emas 2045, Capt. Yufridon Gandoz Tekankan Peran SDM Unggul

Image

Simbolisasi Penyerahan Plakat oleh Direktur API Banyuwangi kepada Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik (Foto: Humas API Banyuwangi)

Banyuwangi — Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi menggelar kuliah umum bertema “Dirgantara: Menghubungkan dan Memperkuat Indonesia” dengan menghadirkan Capt. Yufridon Gandoz, S.E., M.M., Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik. Kegiatan yang berlangsung di kampus API Banyuwangi ini diikuti antusias oleh para taruna, dosen, instruktur, pegawai, serta seluruh jajaran manajemen API Banyuwangi.

 

Sebagai narasumber utama, Capt. Yufridon Gandoz merupakan pejabat senior Kementerian Perhubungan yang memiliki pengalaman luas dalam bidang kebijakan transportasi udara dan logistik nasional. Kehadirannya disambut hangat oleh Direktur Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi, Dr. Capt. Daniel D. Rumani, M.M., M.A., bersama jajaran manajemen, tenaga pendidik, serta seluruh sivitas akademika API Banyuwangi.

 

Dalam kuliah umum tersebut, Capt. Yufridon menegaskan bahwa transportasi udara merupakan tulang punggung perekonomian nasional sekaligus elemen penting dalam menyatukan wilayah Indonesia yang luas. Ia menyoroti tantangan dan peluang strategis sektor penerbangan dalam mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.

 

Acara diselenggarakan pada Senin, 10 November 2025, bertepatan dengan momentum Hari Pahlawan, sebagai refleksi bahwa semangat perjuangan kini harus diwujudkan melalui pembangunan transportasi yang maju dan berkeadilan.

 

Kegiatan berlangsung di Gedung Utama Operasional II (Meru Betiri) Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi, salah satu perguruan tinggi vokasi di bawah naungan Kementerian Perhubungan yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia penerbangan profesional.

 

Menurut Capt. Yufridon, pembangunan infrastruktur dan SDM transportasi udara memegang peran sentral dalam memperkuat konektivitas nasional. Ia menegaskan pentingnya pemerataan layanan penerbangan, khususnya di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), untuk mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.


“Transportasi adalah perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melalui transportasi yang efisien dan merata, pemerataan pembangunan dapat benar-benar terwujud,” tegasnya.

 

Ia juga menjabarkan bahwa dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045, sektor transportasi diharapkan mampu:

  1. Meningkatkan konektivitas nasional dengan penguatan jaringan bandara utama dan feeder.
  2. Meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan melalui modernisasi sistem navigasi (CNS–ATM).
  3. Meningkatkan kualitas pelayanan transportasi agar dapat bersaing secara global dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Capt. Yufridon menguraikan beberapa strategi utama Kementerian Perhubungan pada periode 2025–2029, di antaranya:

  1. Pengembangan dan pembangunan bandara baru di kawasan wisata serta wilayah 3TP.
  2. Optimalisasi layanan penerbangan perintis dengan pola kerja sama pemerintah dan badan usaha.
  3. Pengembangan kawasan aerocity, industri MRO, dan teknologi pesawat tanpa awak (drone/UAV).
  4. Implementasi program penerbangan ramah lingkungan melalui penggunaan bioavtur secara bertahap.

 

Selain aspek infrastruktur, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM penerbangan agar mampu menghadapi tantangan global.

 

“Pertumbuhan SDM berlisensi, terutama pilot dan tenaga teknis, masih belum sebanding dengan kebutuhan industri. Di sinilah lembaga seperti API Banyuwangi berperan vital dalam mencetak penerbang profesional yang berkarakter,” ujarnya.

 

Dalam paparannya, Capt. Yufridon memperkenalkan konsep “Segitiga Kesuksesan (Knowledge–Skill–Attitude)”, bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga oleh sikap profesional yang mencerminkan integritas dan etika kerja. Ia juga menekankan nilai 5C — Courage, Communication, Critical Thinking, Commitment, dan Competitiveness sebagai karakter utama yang harus dimiliki insan transportasi.

 

Mengutip arah kebijakan nasional, Capt. Yufridon menjelaskan bahwa pada tahun 2045, Indonesia ditargetkan menjadi lima besar ekonomi dunia dengan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai USD 9,8 triliun dan pendapatan per kapita USD 23.000–30.000. Untuk mencapai cita-cita tersebut, transportasi udara harus berperan sebagai penggerak utama logistik dan konektivitas nasional.


“Tanpa sistem transportasi udara yang efisien dan aman, sulit bagi pemerataan ekonomi dan pertumbuhan daerah untuk berjalan optimal,” tegasnya.

 

Dalam sambutannya, Dr. Capt. Daniel D. Rumani, M.M., M.A., menyampaikan apresiasi atas kesediaan Capt. Yufridon hadir dan berbagi wawasan strategis kepada mahasiswa dan dosen API Banyuwangi.

 

“Kegiatan ini memberikan inspirasi dan perspektif baru bagi mahasiswa untuk memahami peran mereka dalam mendukung pembangunan nasional. Kami berkomitmen mencetak SDM unggul yang profesional dan berkarakter, siap berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

 

Kuliah umum ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara Capt. Yufridon dan mahasiswa. Diskusi berlangsung hangat dengan topik seputar masa depan industri dirgantara, peluang kerja, serta tantangan menuju transportasi berkelanjutan.


Menutup kegiatan, Capt. Yufridon berpesan, “Attitude is what keeps the aircraft—and the team—safe. Jadilah insan transportasi yang disiplin, berintegritas, dan siap membangun negeri.”