Berita

Taruna/Mahasiswa API Banyuwangi Jalani Pelatihan Jungle & Sea Survival Bersama BASARNAS Banyuwangi

Image

Penyematan Brevet Jungle & Sea Survival oleh Direktur API Banyuwangi (Foto: Humas API Banyuwangi)

Banyuwangi — Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi kembali menyelenggarakan kegiatan Jungle & Sea Survival 2025 yang menjadi bagian penting dalam kurikulum pembentukan karakter dan keterampilan dasar penerbang. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis, 6 November hingga Sabtu, 8 November 2025, bekerja sama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Banyuwangi.

 

Pelatihan Jungle & Sea Survival bertujuan membekali para taruna dengan kemampuan bertahan hidup di alam liar dan di laut dalam kondisi darurat penerbangan. Program ini mengajarkan peserta untuk tanggap, disiplin, dan mampu mengambil keputusan cepat di bawah tekanan.

 

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi pelatihan berbasis pengalaman (experiential learning), yang menuntut setiap taruna untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya di medan sesungguhnya.

 

Sebanyak 35 taruna dan taruni dari berbagai program pendidikan mengikuti kegiatan ini, terdiri dari Diploma III Penerbang Sayap Tetap Angkatan VII, Diploma III Operasi Pesawat Udara Angkatan VI Alpha dan Bravo, dan Non Diploma Penerbang Sayap Tetap Angkatan XXVI Alpha dan Bravo.

 

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur I API Banyuwangi, Bapak Dr. Prasetyo Iswahyudi, S.T., M.M., pada Kamis, 6 November 2025 pukul 09.00 WIB di Kampus API Banyuwangi. Dalam amanatnya, beliau menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan ketahanan mental dalam menghadapi setiap situasi darurat penerbangan.

 

“Melalui kegiatan ini, taruna diharapkan memiliki kemampuan bertahan hidup sekaligus jiwa kepemimpinan yang kuat. Pelatihan ini bukan hanya tentang teknik bertahan, tetapi juga tentang membangun karakter, kerja sama, dan tanggung jawab,” ujar Wakil Direktur I dalam sambutannya.

 

Sementara itu, Direktur API Banyuwangi, Bapak Dr. Capt. Daniel D. Rumani, M.M., M.A. hadir menutup kegiatan pada Sabtu, 8 November 2025, sekaligus memberikan apresiasi atas keberhasilan seluruh rangkaian pelatihan.

 

“Pelatihan ini membuktikan komitmen API Banyuwangi dalam membentuk penerbang yang tidak hanya cakap terbang, tetapi juga siap menghadapi segala kondisi darurat dengan ketenangan dan profesionalisme,” tutur Direktur dalam sambutan penutupan.

 

Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi utama, yaitu:

  1. Lokasi Jungle Patoman Blimbingsari, Banyuwangi untuk pelaksanaan Jungle Survival, di mana para taruna diuji menghadapi kondisi alam yang menantang dan terbatas.
  2. Perairan Pantai Pacemengan, Kec. Blimbingsari, Kab. Banyuwangi sebagai lokasi Sea Survival, dengan latihan penyelamatan di laut bersama tim BASARNAS.

 

Pelatihan berlangsung selama tiga hari penuh. Hari pertama diisi dengan pembekalan teori keselamatan penerbangan, hari kedua difokuskan pada latihan di medan hutan dan laut, sedangkan hari ketiga diisi dengan praktik penyelamatan gabungan dan evaluasi kegiatan.

 

Setiap sesi dipimpin langsung oleh instruktur dari BASARNAS Banyuwangi dan tim pengasuh Pusat Pembangunan Karakter (PUSBANGKAR) API Banyuwangi. Tim medis dari kedua instansi juga disiagakan di lokasi untuk memastikan keselamatan seluruh peserta.

 

Selama kegiatan Jungle & Sea Survival, peserta menerima beragam materi teori dan praktik yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan bertahan hidup, antara lain:

  1. Materi Substansi BASARNAS, Pengenalan tugas pokok dan fungsi BASARNAS serta koordinasi dalam operasi penyelamatan darurat penerbangan.
  2. Navigasi Darat, Teknik orientasi medan menggunakan peta dan kompas, serta perhitungan azimut dan jarak tempuh.
  3. Jungle Survival, Prinsip-prinsip dasar bertahan hidup di hutan, pengelolaan energi, dan pengenalan sumber makanan alami.
  4. Praktik Bivak, Pembuatan Api, dan Find Water, Latihan membuat tempat berlindung sederhana, menyalakan api tanpa bahan bakar modern, serta menemukan sumber air layak konsumsi.
  5. Praktik Pembuatan Jebakan dan Snake Handling, Teknik membuat jebakan hewan kecil sebagai sumber makanan, serta penanganan aman terhadap hewan liar seperti ular.
  6. Praktik Jalan Kompas, Simulasi penentuan arah dan rute perjalanan di medan hutan menggunakan kompas sebagai panduan utama.
  7. Materi Sea Survival, Pengetahuan dasar bertahan di laut, termasuk prosedur darurat saat pendaratan di perairan.
  8. Materi Pertolongan di Air, Teknik dasar pertolongan korban di air, menjaga kesadaran korban, dan melakukan evakuasi aman.
  9. Praktik PK Dayung dan Mopel, Evakuasi Korban, Survive dengan Celana atau Sarung, dan Penanganan Korban Tenggelam, Latihan mendayung dengan perahu karet (PK Dayung), simulasi motor tempel (Mopel), penggunaan celana atau sarung sebagai alat bantu mengapung, serta tindakan pertolongan pertama pada korban tenggelam.

 

Rangkaian materi ini diberikan secara bertahap dan terintegrasi, menggabungkan teori, praktik, serta simulasi situasi nyata agar taruna dapat memahami pentingnya keselamatan dan kerja sama tim.

 

Sebagai lembaga pendidikan tinggi vokasi di bawah Badan Pengembangan SDM Perhubungan, Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan RI, API Banyuwangi berkomitmen untuk membentuk calon penerbang profesional yang unggul secara kompetensi, mental, dan karakter.

 

Pelatihan Jungle & Sea Survival menjadi sarana penting dalam membangun budaya keselamatan (safety culture) di dunia penerbangan. Kolaborasi dengan BASARNAS Banyuwangi juga menjadi bentuk sinergi nyata antara dunia pendidikan dan lembaga penyelamat nasional dalam meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kondisi darurat penerbangan.

 

Upacara penutupan pada Sabtu, 8 November 2025 ditandai dengan laporan kegiatan, evaluasi hasil latihan, serta penyerahan sertifikat kepada perwakilan peserta. BASARNAS Banyuwangi menyampaikan apresiasi atas kedisiplinan dan semangat para taruna yang menunjukkan antusiasme tinggi selama pelatihan.

 

Direktur API Banyuwangi menutup kegiatan dengan pesan:

“Kegiatan ini adalah investasi karakter. Apa yang kalian pelajari di sini bukan hanya untuk lulus diklat, tetapi untuk bekal hidup dan tanggung jawab sebagai penerbang profesional.”

 

API Banyuwangi berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama berkelanjutan dengan BASARNAS Banyuwangi dalam bidang pendidikan dan pelatihan keselamatan penerbangan.