DEWAS API Banyuwangi Evaluasi Kinerja Dan Perkuat Strategi 2026
23-02-2026
09:53:10
Indonesia
Admin: Humas API Banyuwangi
Pertemuan Bupati & Wakil Bupati Kab. Banyuwangi, Direktur API Banyuwangi dan Maskapai Aman Air Untuk Rencana Operasi Seaplane
Banyuwangi – Daya tarik pariwisata Banyuwangi kembali menjadi sorotan di industri penerbangan nasional. Maskapai Aman Air secara resmi mengumumkan rencananya untuk membuka rute penerbangan Seaplane (pesawat amfibi) yang menghubungkan Bali dan Banyuwangi. Rencana ini disampaikan langsung oleh jajaran pimpinan Aman Air dalam kunjungannya ke Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, pada Jumat, 24 Oktober 2025.
Pertemuan strategis tersebut turut dihadiri oleh Presiden Direktur Aman Air, Michael Nicholas, Wakil Presiden Direktur Aman Air, Daniel Dwi Ananta, serta Direktur Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi, Capt. Daniel Dewantoro Rumani. Kehadiran Capt. Daniel menjadi perhatian tersendiri, mengingat akademi yang dipimpinnya selama ini berperan besar dalam mendukung kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia penerbangan di ujung timur Pulau Jawa itu.

Pertemuan Strategis Pengoperasian Seaplane Aman Air di Banyuwangi (Foto: Humas API Banyuwangi)
Banyuwangi Dilirik Sebagai Destinasi Premium
Michael Nicholas menjelaskan bahwa keputusan Aman Air untuk menjajaki rute ini tidak lepas dari potensi luar biasa Banyuwangi sebagai destinasi wisata kelas dunia. “Banyuwangi ini memiliki paket lengkap. Alamnya indah, fasilitasnya memadai, dan atraksi wisatanya berlangsung sepanjang tahun. Ini menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan, khususnya pasar menengah ke atas,” ujarnya.
Menurutnya, penerbangan amfibi ini akan menawarkan pengalaman unik karena wisatawan dapat langsung mendarat di perairan Teluk Pang Pang, salah satu kawasan laut paling indah di Banyuwangi. Dari situ, turis bisa dengan mudah menjelajahi destinasi unggulan seperti Pulau Tabuhan, Pantai Bangsring, hingga Kawah Ijen.

Pengoperasian Seaplane API Banyuwangi di Waterbase Aerodrome API Pangpang (Foto: Humas API Banyuwangi)
Penerbangan Cepat dan Eksklusif
Wakil Presiden Direktur Aman Air, Daniel Dwi Ananta, menambahkan bahwa penerbangan Seaplane ini akan menggunakan pesawat jenis Twin Otter dengan kapasitas 16 hingga 18 penumpang. Penerbangan akan berangkat dari Pelabuhan Benoa, Bali, dan mendarat langsung di water aerodrome Teluk Pang Pang, Banyuwangi.
“Waktu tempuhnya hanya sekitar 25 menit. Kami menargetkan dapat beroperasi pada kuartal pertama atau kedua tahun 2026,” jelas Capt. Daniel.
Ia menuturkan, layanan ini tidak hanya ditujukan bagi wisatawan, tetapi juga untuk mendukung mobilitas barang bernilai tinggi seperti hasil laut segar yang membutuhkan kecepatan pengiriman ke Bali atau pasar ekspor. “Kami ingin Banyuwangi semakin terkoneksi dengan destinasi lain, tanpa mengorbankan efisiensi dan kenyamanan,” tegasnya.
Sinergi dengan Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi, Capt. Daniel Dewantoro Rumani, menegaskan kesiapan daerah dalam menyambut rencana besar ini. Ia menyebut bahwa aerodrome air di Teluk Pang Pang telah memenuhi standar operasional untuk penerbangan amfibi.
“Dari sisi teknis, aerodrome di Banyuwangi sudah siap. Tantangan yang perlu diselesaikan justru ada di sisi Bali, tepatnya di Pelabuhan Benoa, di mana waterbase-nya masih dalam tahap penyesuaian,” ungkap Capt. Daniel.
Menurutnya, API Banyuwangi siap berperan aktif dalam mendukung proyek ini, baik melalui dukungan tenaga teknis maupun pengawasan operasional. “Kami memiliki sumber daya lulusan yang kompeten di bidang operasi udara dan manajemen bandara. Aman Air bisa memanfaatkan kolaborasi ini untuk memastikan keselamatan dan efisiensi penerbangan,” tambahnya.

Operasi Seaplane API Banyuwangi (Foto: Humas API Banyuwangi)
Capt. Daniel juga menilai bahwa keberadaan penerbangan amfibi akan memperkuat ekosistem pendidikan penerbangan di Banyuwangi. Mahasiswa API dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai operasional pesawat amfibi, yang selama ini masih jarang dioperasikan di Indonesia. “Ini kesempatan emas bagi taruna kami untuk memahami penerbangan lintas air yang ke depannya akan semakin relevan, terutama di negara kepulauan seperti Indonesia,” ujarnya optimistis.
Dukungan Pemerintah Daerah
Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut positif rencana Aman Air tersebut. Ia menilai, kehadiran Seaplane akan menambah kemudahan akses bagi wisatawan dan memperkaya pilihan moda transportasi menuju Banyuwangi.
“Wisatawan akan mendapat pengalaman baru terbang rendah di atas laut dan mendarat langsung di teluk indah kami. Ini bukan hanya transportasi, tetapi juga bagian dari atraksi wisata itu sendiri,” kata Bupati Ipuk.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Banyuwangi akan mendukung penuh pengembangan fasilitas penunjang di Teluk Pang Pang agar penerbangan Seaplane dapat berjalan lancar dan aman.
Dampak Ekonomi dan Pengembangan Wisata
Rencana operasional Seaplane Bali–Banyuwangi diyakini akan membawa dampak ekonomi positif. Selain membuka lapangan kerja baru, proyek ini juga mendorong tumbuhnya sektor pendukung seperti pariwisata bahari, kuliner, transportasi darat, hingga perhotelan.
Wakil Direktur Aman Air, Daniel Dwi Ananta, menyebut pihaknya juga tengah menjajaki kerja sama dengan investor untuk membangun resor eksklusif di kawasan sekitar Teluk Pang Pang. Selain itu, Aman Air akan menawarkan paket “One Day Trip” bagi wisatawan premium. “Konsepnya sederhana: wisatawan berangkat pagi dari Bali, menikmati keindahan Banyuwangi seharian, lalu kembali sore harinya. Praktis dan berkelas,” ujarnya.
Integrasi Wisata dan Pendidikan Penerbangan
Capt. Daniel Dewantoro menambahkan, sinergi antara sektor penerbangan dan pariwisata ini akan menjadi model integrasi baru di Indonesia. Menurutnya, API Banyuwangi dapat menjadi mitra strategis dalam riset, pelatihan teknis, hingga pengembangan teknologi keselamatan penerbangan laut.
“Kami ingin menunjukkan bahwa akademi penerbangan bukan hanya tempat belajar menerbangkan pesawat, tetapi juga bagian dari solusi industri. Banyuwangi bisa menjadi pusat pelatihan penerbangan berbasis wisata,” katanya.
Ia berharap, kerja sama ini dapat memperkuat citra Banyuwangi sebagai daerah yang ramah investasi dan unggul di bidang pendidikan vokasi penerbangan.

Foto Udara Keindahan Alam Banyuwangi (Foto: Humas API Banyuwangi)
Aman Air menargetkan uji coba penerbangan Seaplane dimulai pada awal tahun 2026, setelah seluruh perizinan dan infrastruktur pendukung selesai. Saat ini, koordinasi dengan Pelindo dan otoritas pelabuhan Benoa tengah dilakukan untuk mempercepat pembangunan waterbase di Bali.
Jika berjalan sesuai rencana, penerbangan ini akan menjadi rute Seaplane pertama di Indonesia yang menghubungkan dua destinasi wisata unggulan, sekaligus menjadi pionir transportasi amfibi modern di tanah air.
Hak Cipta © 2013 - 2026 Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi