Berita

API Banyuwangi Tebar Benih Ikan Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Image

Penebaran Benih oleh Direktur API Banyuwangi (Foto: Humas API Banyuwangi)

Banyuwangi — Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi melaksanakan kegiatan penebaran benih ikan air tawar di area kampus sebagai bentuk dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada pilar penguatan ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga langkah konkret dalam memperkuat ketersediaan pangan masyarakat sekitar.

 

Dalam kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 11 September 2025, civitas akademika API Banyuwangi melakukan penebaran ribuan benih ikan air tawar di kolam buatan dalam area kampus yang terletak di Kompleks Bandar Udara Banyuwangi, Jl. Pantai Blimbingsari, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kegiatan ini melibatkan unsur pimpinan akademi, dosen, pegawai, serta taruna-taruni yang turut berpartisipasi dalam proses pelepasan benih ikan.

 

Direktur API Banyuwangi menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk kontribusi nyata lembaga pendidikan penerbangan terhadap isu ketahanan pangan nasional, sekaligus upaya menanamkan nilai kepedulian sosial dan lingkungan kepada para taruna.

 

“Sebagai lembaga pendidikan yang mencetak calon penerbang profesional, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pangan dan lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami berharap taruna-taruni belajar arti kolaborasi lintas sektor untuk kemajuan bangsa,” ujar Direktur API Banyuwangi dalam sambutannya.

 

Program penebaran benih ikan tersebut sejalan dengan Asta Cita, delapan agenda besar pembangunan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Salah satu fokus utama program tersebut adalah memperkuat ketahanan pangan berbasis kemandirian dan keberlanjutan, di mana sektor pendidikan diharapkan berperan aktif mendukung implementasinya.

 

Kegiatan penebaran ikan di API Banyuwangi menjadi langkah awal menuju optimalisasi lahan produktif non-pertanian untuk mendukung diversifikasi pangan. Ikan air tawar seperti nila dan lele dipilih karena memiliki daya adaptasi tinggi serta nilai ekonomi yang baik di masyarakat.

 

Kegiatan ini diinisiasi oleh Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi, di bawah koordinasi langsung pimpinan akademi. Seluruh unsur civitas akademika terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan, termasuk para taruna yang berperan aktif dalam pengisian kolam dan pelepasan bibit ikan.

 

Selain itu, kegiatan ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah setempat serta masyarakat sekitar kampus yang nantinya akan menerima sebagian hasil panen ikan sebagai bentuk kepedulian sosial.

 

“Kami merasa senang dilibatkan dalam kegiatan positif seperti ini. Nantinya hasil panen bisa membantu memenuhi kebutuhan protein masyarakat,” ungkap salah satu warga Blimbingsari yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

 

Penebaran benih ikan dilaksanakan pada Kamis, 11 September 2025, di kampus API Banyuwangi, yang berlokasi di kawasan Bandar Udara Banyuwangi, Kecamatan Blimbingsari. Lokasi ini dipilih karena memiliki infrastruktur kolam dan area hijau yang memadai untuk kegiatan budidaya ikan air tawar.

 

Kegiatan berlangsung sejak pagi hari, diawali dengan sambutan dari Direktur API Banyuwangi, dilanjutkan dengan doa bersama, dan prosesi simbolis pelepasan benih ikan oleh perwakilan pimpinan serta taruna. Acara ditutup dengan peninjauan kolam dan ramah tamah dengan masyarakat.

 

Penebaran dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan standar teknis budidaya ikan air tawar. Tim pelaksana memastikan kualitas air dan kelayakan kolam sesuai dengan kebutuhan benih yang ditebar. Jenis ikan yang dilepas antara lain ikan nila dan ikan lele, dengan jumlah mencapai ribuan ekor. Seluruh proses diawasi oleh tim teknis agar tingkat kelangsungan hidup benih tetap tinggi.

 

Selain aspek teknis, kegiatan ini juga mengandung nilai edukatif. Para taruna diberi penjelasan mengenai pentingnya peran sektor perikanan dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta cara menjaga keseimbangan ekosistem air.

 

Melalui kegiatan ini, API Banyuwangi berharap dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain dalam mendukung program nasional berbasis lingkungan dan pangan. Ke depan, akademi berencana mengembangkan program percontohan budidaya ikan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah.

 

“Kami ingin menjadikan kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi berkelanjutan. Hasil panen akan dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai bagian dari tanggung jawab sosial kami,” tegas Direktur API Banyuwangi.

 

Kegiatan penebaran benih ikan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan taruna serta memperkuat hubungan harmonis antara kampus dan masyarakat sekitar.

 

Penebaran benih ikan air tawar di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi menjadi langkah konkret dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan ketahanan pangan, tetapi juga menumbuhkan nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan kesadaran ekologis di lingkungan akademik. Dengan kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat, API Banyuwangi membuktikan bahwa sektor pendidikan pun memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan pangan nasional.