Berita

Kuliah Umum API Banyuwangi Kupas Strategi Agile untuk ASN Era Modern

Image

Narasumber bapak Aba Subagja, S.Sos, MAP, Deputi Bidang SDM Aparatur - Kementerian PANRB

Banyuwangi – Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi menggelar kuliah umum bertema “Mekanisme Kerja Agile Mendukung Kinerja Pegawai” yang dilangsungkan di Hallroom Gedung Meru Betiri, Rabu (31/7). Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Bapak Aba Subagja, S.Sos, MAP, Deputi Bidang SDM Aparatur di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).

 

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bapak Andung Luwihono, S.Si.T, S.T., M.M., selaku Kepala Bagian Administrasi Akademik, Umum, dan Fasilitas Pendidikan API Banyuwangi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kuliah umum ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam menyiapkan SDM yang adaptif dan unggul di tengah tantangan reformasi birokrasi.

 

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi sekaligus bekal praktis bagi seluruh pegawai dan mahasiswa tingkat akhir untuk siap menghadapi dunia kerja yang terus berubah,” ujar bapak Andung.

 

Sambutan Kepala Bagian Administrasi Akademik, Umum, dan Fasilitas Pendidikan (Foto: Humas API Banyuwangi)

 

Transformasi ASN Melalui Kerja Agile

Dalam pemaparannya, bapak Aba Subagja menekankan pentingnya adopsi mekanisme kerja Agile di lingkungan birokrasi, terutama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kini dituntut semakin lincah, responsif, dan berorientasi pada hasil nyata.

 

Agile, menurutnya, bukan sekadar metode kerja, melainkan sebuah pendekatan menyeluruh yang menekankan pada fleksibilitas, kolaborasi, dan iterasi berkelanjutan. Konsep ini awalnya berkembang di dunia teknologi dan startup, namun kini mulai diterapkan secara luas di sektor publik sebagai bagian dari modernisasi birokrasi.

 

“Birokrasi di era digital tidak lagi bisa bekerja dengan cara lama. ASN harus mampu bergerak cepat, mengambil keputusan berdasarkan data, dan berani melakukan perbaikan terus-menerus,” jelas bapak Aba.

 

Penyampaian Materi oleh Deputi Bidang SDM Aparatur (Foto: Humas API Banyuwangi)

 

Komponen dan Manfaat Agile dalam Birokrasi

Lebih lanjut, bapak Aba menjelaskan bahwa mekanisme Agile berfokus pada siklus kerja pendek, feedback yang cepat, serta kolaborasi lintas fungsi. Hal ini memungkinkan tim untuk lebih tanggap dalam menyelesaikan masalah dan menciptakan nilai bagi masyarakat.

 

Agile juga mendorong hadirnya budaya kerja baru di instansi pemerintahan, di mana ASN tidak hanya menjalankan prosedur, tetapi juga menciptakan solusi inovatif yang berdampak langsung kepada publik.

 

“Implementasi Agile akan meningkatkan produktivitas individu dan tim, mempercepat layanan publik, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah,” tambahnya.

 

 Potret ASN Indonesia saat ini (Foto: Humas API Banyuwangi)

 

Talent Classification: Strategi Penempatan ASN

Dalam sesi berikutnya, narasumber juga mengangkat topik Talent Classification yang menjadi salah satu strategi utama KemenPANRB dalam pengelolaan SDM. ASN dikelompokkan ke dalam beberapa kategori talenta, seperti core talent, supporting talent, dan critical talent, guna memastikan bahwa setiap pegawai ditempatkan sesuai dengan kompetensi dan kontribusinya.

 

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip Agile, yang menuntut organisasi untuk lebih adaptif dalam menyusun tim dan struktur kerja, berdasarkan kebutuhan riil dan tantangan yang dihadapi.

 

Antusiasme Peserta

Kuliah umum ini diikuti oleh seluruh pegawai dan mahasiswa tingkat akhir API Banyuwangi. Para peserta terlihat antusias menyimak materi yang disampaikan, serta aktif dalam sesi diskusi yang membahas implementasi Agile dalam berbagai konteks kerja, termasuk di dunia aviasi dan pelayanan publik.

 

Bagi mahasiswa tingkat akhir, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga menjelang transisi ke dunia kerja. Materi yang disampaikan memberi gambaran nyata tentang ekspektasi dan tantangan di lingkungan birokrasi saat ini, khususnya terkait pengembangan karier dan kompetensi.

 

 Antusiasme Peserta Kuliah Umum (Foto: Humas API Banyuwangi)

 

Menyiapkan ASN Muda yang Adaptif

Melalui kegiatan ini, API Banyuwangi berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki pola pikir Agile yaitu terbuka terhadap perubahan, fokus pada dampak, dan mampu bekerja secara kolaboratif dalam tim.

 

“Kami percaya bahwa lulusan kami memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari transformasi birokrasi nasional,” tutup bapak Andung.

 

 Foto bersama di akhir kegiatan (Foto: Humas API Banyuwangi)

 

Dengan bekal ini, lulusan diharapkan siap menjadi ASN maupun profesional yang mampu menjawab tantangan zaman, sekaligus menjadi motor penggerak perubahan menuju birokrasi yang lebih efektif dan humanis.