Berita

Haru Warnai Wisuda 19 Taruna Pilot asal Papua dan Polisi Udara di Banyuwangi

Image

Dokumentasi Wisuda Taruna LP3 Banyuwangi (Photo: Humas)

Banyuwangi - Loka Pendidikan dan Pelatihan Penerbang (LP3) Banyuwangi menggelar wisuda taruna dan taruni pilot batch (angkatan) IV dan V, Kamis (27/4/2016). Sebanyak19 taruna pilot yang terdiri dari 11 taruna pilot dari Papua dan Papua Barat serta 8 taruna pilot dari Polisi Udara, resmi menjadi pilot setelah digembleng selama 18 bulan di sekolah yang biasa disebut Pilot School Banyuwangi.


Dalam upacara resmi wisuda yang digelar di depan hanggar pesawat Pilot School Banyuwangi ini, para taruna dan taruni menerima sertifikat dan medali sebagai simbol menjadi pilot. Mereka langsung diwisuda oleh Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Kementrian Perhubungan Wahju Satrio Utomo. Tak hanya itu, wisudawan dan wisudawati ini juga mengikrarkan janji setia terhadap NKRI, dengan mencium bendera Merah Putih, di depan para undangan dan orang tua.


Rasa haru muncul saat wisudawan dan wisudawati ini menerima ucapan selamat dari orang tua. Tak sedikit dari wisudawan dan orang tua meneteskan air mata haru.
"Selamat nak, kamu sudah menjadi pilot sekarang," ujar Melkianus Rumbiyak, kepada anaknya, Carles Paulus Rumbiyak yang kini menjadi pilot.


11 taruna pilot dari Papua dan Papua Barat ini lulus menjadi pilot, setelah mendapatkan beasiswa dari Propinsi Papua dan Papua Barat. Mereka masuk dalam program Upaya Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) sejak jaman era Presiden SBY lalu.


"Mereka kita gembleng 18 bulan mulai dari latihan dasar penerbangan hingga terbang minimal 180 jam terbang dengan pesawat latih," ujar Kepala LP3 Banyuwangi, Kolonel Laut (P) Deddy Suparli kepada detikcom, usai digelarnya wisuda, Kamis (28/4/2016).


Sementara untuk 8 taruna pilot dari polisi udara, kata Kolonel Deddy, mereka menempuh pendidikan di Pilot School Banyuwangi selama 8 bulan. Sebab 8 wisudawan dari Polisi Udara ini, hanya mengikuti "Short Course" untuk menjadi pilot.


Dalam wisuda kali keempat ini, LP3 Banyuwangi menobatkan Restiana Zakina dan Ipda Ari Bengnarly Tandjung sebagai wisudawan dan wisudawati lulusan terbaik. Mereka mendapatkan nilai 86,50 dan 83,38.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Kementrian Perhubungan Wahju Satrio Utomo mengatakan, lulusnya 11 pilot dari Papua ini akan menambah kekurangan pilot diwilayah Papua. Sebab saat ini ada 54 bandara di Papua dan Papua Barat membutuhkan tenaga mereka.


"Sebagian akan mengisi bandara di Papua dan Papua Barat. Sedangkan yang terbaik pertama dan kedua saya minta jadi instruktur disini," ujarny
a. Saat ini, kata WS Utomo, pilot yang ada di Papua dan Papua Barat sangat terbatas. Bahkan kebanyakan adalah warga asing dan bukan penduduk lokal Papua.


"Kita butuh banyak. Karena saat ini kita mendukung percepatan pembangunan yang dilakukan oleh pusat di Papua dan Papua Barat. Kita prioritaskan anak daerah sekitar," pungkasnya.