Tingkatkan Standar Keselamatan, API Banyuwangi Luluskan 15 Instruktur AirNav Bersertifikat ICAO
01-05-2026
17:10:34
Indonesia
Admin: Humas API Banyuwangi
Bupati Banyuwangi dengan Kepala BPSDM Perhubungan (Dok: Istimewa)
Banyuwangi – Loka Pendidikan dan Pengembangan Penerbang Banyuwangi (LP3B) ditetapkan sebagai pusat pelatihan pesawat Cessna di wilayah Asia Tenggara. Dalam waktu dekat, perusahaan pembuat pesawat Cessna akan membangun fasilitas perawatan dan bengkel resmi di lembaga pendidikan penerbangan milik pemerintah ini. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan, Kementerian Perhubungan RI, Wahyu Satrio Utomo, saat menghadiri wisuda angkatan kedua LP3B pada Senin (3/8).
Menurut Wahyu, LP3B terpilih sebagai Cessna Pilot Centre karena telah memenuhi persyaratan infrastruktur yang ditetapkan oleh perusahaan, serta memiliki manajemen yang dinilai mumpuni dan profesional. “Ini prestasi yang membanggakan. LP3B akan menjadi Cessna Pilot Centre pertama di Asia Tenggara. Yang paling penting adalah adanya alih pengetahuan dari mereka ke kita,” ujar Wahyu.
Dengan kepercayaan tersebut, LP3B bertekad untuk memperluas bidang pendidikannya, termasuk membuka program pelatihan untuk instruktur penerbang dan petugas operasi penerbangan. “Program-program ini akan mulai berjalan tahun ini. Bahkan pada wisuda kali ini, kami telah meluluskan 11 instruktur,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala LP3B, Afen Sena, menyatakan bahwa pihaknya tengah meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan. Salah satunya adalah dengan menambah jumlah pesawat latih. “Tahun ini kami tambahkan 3 unit, dan tahun depan direncanakan bertambah 16 unit lagi, sehingga total akan ada 25 pesawat,” jelas Afen.
Tak hanya itu, perluasan area kampus juga dilakukan dari 5 hektare menjadi 10 hektare. Langkah ini bertujuan untuk membangun hanggar baru serta menambah kapasitas asrama. “Banyak daerah yang ingin mengirim putra-putri terbaiknya ke sini. Mulai dari Papua, Kalimantan, hingga Jambi. Maka kami perluas kapasitas agar bisa menampung lebih banyak siswa,” ungkapnya. Saat ini, LP3B hanya mampu menampung 120 peserta didik.
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menyambut baik perkembangan LP3B ini dan menyatakan akan membuka jurusan baru di tingkat SMK yang mendukung kebutuhan tenaga kerja bidang perawatan pesawat. “Perkembangan LP3B tentu membutuhkan SDM dengan keahlian teknis. Maka dari itu, kami melihat peluang untuk membuka jurusan terkait bidang aviasi di SMK,” tutur Bupati Anas.
Hak Cipta © 2013 - 2026 Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi