Berita

  • Profile
  • Berita

352 Perwira Transportasi Dilantik, BPSDM Perhubungan Tekankan Integritas Dan Kolaborasi Antarmoda

Image

Upacara Pelantikan Perwira Transportasi (Humas: BPSDM Perhubungan)

Madiun (15/8) – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) melantik 352 perwira transportasi dari tiga perguruan tinggi di lingkungan BPSDMP, yakni Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun, Politeknik Penerbangan Surabaya, dan Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi, Tahun Akademik 2025/2026. Pelantikan gabungan ini menjadi momentum bagi para lulusan untuk mengimplementasikan kompetensi, integritas, dan karakter dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan sektor transportasi nasional.

Pelantikan yang melibatkan tiga perguruan tinggi dari matra yang berbeda tersebut sekaligus menjadi representasi pentingnya kolaborasi antarmoda dalam mewujudkan sistem transportasi yang terintegrasi. Para perwira diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi teknis sesuai bidangnya, tetapi juga mampu bekerja secara profesional, berintegritas, dan membangun sinergi dalam menghadapi tantangan transportasi di masa mendatang.

Prosesi Pelantikan dan Pemberian Penghargaan (Foto: Humas BPSDM Perhubungan)

 

Kepala BPSDMP, Suharto, dalam amanatnya menyampaikan bahwa ikrar yang diucapkan para perwira bukan sekadar bagian dari prosesi pelantikan, melainkan komitmen yang harus dipertanggungjawabkan dan diwujudkan dalam pelaksanaan tugas.

“Apa yang Anda ikrarkan tentunya menjadi komitmen untuk bisa dipenuhi dan dilaksanakan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa komitmen tersebut tidak hanya disaksikan oleh peserta dan undangan yang hadir, tetapi juga menjadi ikrar yang dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam kesempatan tersebut, Suharto mengapresiasi pelaksanaan pelantikan gabungan yang melibatkan tiga perguruan tinggi di lingkungan BPSDMP. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antarmatra dapat dibangun sejak proses pendidikan dan menjadi bekal penting bagi para perwira ketika memasuki dunia kerja.

“Ini merupakan suatu bukti bahwa kolaborasi antarmatra ini bisa berjalan dengan baik. Kolaborasi antarmoda menjadi salah satu kunci dalam menjawab berbagai persoalan transportasi, khususnya yang berkaitan dengan konektivitas dan integrasi antarsimpul transportasi,” tambahnya.

Ia juga berpesan agar para perwira tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, masa pendidikan selama tiga tahun merupakan fondasi awal untuk menempuh perjalanan karier yang panjang. Karena itu, para perwira harus terus mengembangkan kompetensi dan memperluas wawasan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta dinamika sektor transportasi.

“Teruslah berjuang karena Indonesia selalu memanggil Anda karena Anda nantinya akan menjadi panglima-panglima transportasi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Amanat Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan (Foto: Humas BPSDM Perhubungan)

 

Selain kompetensi, para perwira diingatkan untuk senantiasa menjaga integritas, karakter, serta nama baik diri dan almamater. Suharto menegaskan bahwa keberhasilan dalam karier tidak hanya ditentukan oleh kemampuan dan kerja keras, tetapi juga tidak terlepas dari doa serta restu orang tua.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Politeknik Penerbangan Surabaya, Ahmad Bahrawi, dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 352 perwira transportasi dilantik dalam upacara pelantikan gabungan Tahun Akademik 2025/2026.

Jumlah tersebut terdiri atas 218 lulusan Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun, 74 lulusan Politeknik Penerbangan Surabaya, dan 60 lulusan Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.

Pelantikan gabungan tiga perguruan tinggi tersebut memperkuat komitmen BPSDMP dalam menyiapkan SDM transportasi yang unggul, profesional, berintegritas, serta mampu berkolaborasi lintas moda. Dengan kompetensi dan karakter yang telah dibangun selama masa pendidikan, para perwira diharapkan mampu menjadi generasi penerus yang berkontribusi menghadirkan transportasi Indonesia yang semakin aman, nyaman, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.