TASYAKURAN DAN SANTUNAN ANAK YATIM DALAM RANGKA TUTUP TAHUN 2018

TASYAKURAN DAN SANTUNAN ANAK YATIM DALAM RANGKA TUTUP TAHUN 2018

Banyuwangi – Momentum pergantian tahun baru di Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi dilaksanakan pada hari jum’at, 21 desember 2018 di gedung operasional 2 dengan menggelar tasyakuran dan doa bersama keluarga besar balai pendidikan dan pelatihan penerbang banyuwangi.

Bagi BP2 Penerbang Banyuwangi tantangan global dan nasional yang semakin berat tiap tahunnya, baik pada bidang akademik maupun non akademik, refleksi diperlukan untuk mengoreksi berbagai program dan mengukur berbagai pencapaian, kilas balik pada tahun 2018 ada beberapa pencapaian pada tahun 2018 salah satunya yaitu perubahan lembaga dari balai menjadi akademi pada bulan oktober 2018, menyertai penambahan jurusan pada akademi yaitu diploma III Penerbang Sayap Tetap dan Diploma III Operasi Pesawat Udara pada Akademi Penerbang Indonesia.

Dalam refleksi tahun 2018 yang disampaikan oleh kepala sub seksi sarana dan prasana diklat bahwa tahun 2018 tidak lepas dari beberapa cobaan pada operasi penerbangan dan kita berdoa semoga di tahun 2019 kejadian tersebut tidak berulang kembali, dan juga sebagai penyemangat kinerja tahun 2019 nanti akan ditambahnya operasi penerbangan berupa 1 buah helicopters yang nantinya akan dihibahkan dari STPI Curug yang saat ini masih dalam proses.

Dalam kegiatan tasyakuran tutup tahun 2018 ini dibuka oleh sambutan kepala BP2 Penerbang Banyuwangi dilanjutkan dengan Pembacaan ayat suci Al-Qur’an , refleksi tahun 2018, tausiyah, dan juga Doa bersama selain itu tidak luput pemberian santunan kepada anak yatim piatu sebagai penutup kegiatan tasyakuran dan santunan anak yatim tahun 2018.

Dalam sambutannya kepala balai bapak Genny Luhung Prasojo berpesan “Kita berkumpul disini Sebagai rasa syukur kita kepada tuhan yang maha esa pada tahun 2018, dan atas segala rintangan dan cobaan yang telah dihadapi bersama sebagai satu kesatuan, dan semoga kebersamaan dan kekompakan akan selalu terjalin untuk menghadapi tantangan nantinya di tahun mendatang”.

(HUMASBP3B)

(penulis: Rizki Ocsera) (photografer: Hasyim As’ari & Bayu Gelegar)