BEASISWA PENERBANG OLEH LEMBAGA MASYARAKAT AMUNGME DAN KAMORO DI BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENERBANG BANYUWANGI

BEASISWA PENERBANG OLEH LEMBAGA MASYARAKAT AMUNGME DAN KAMORO DI BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENERBANG BANYUWANGI

NOMOR SIARAN PERS: HM.101/1/6/BP3B-19

Banyuwangi, 28 Januari 2019 – Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) mendatangi Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi (BP3B) untuk menjajaki rencana kerjasama beasiswa pendidikan penerbang. Kerjasama  ini merupakan salah satu program LPMAK dalam memajukan pendidikan untuk putra – putri daerah Papua.

Beasiswa pendidikan yang diberikan oleh LPMAK kepada putra – putri daerah tersebut merupakan dana yang diperoleh dari kemitraan LPMAK bersama dengan PT. Freeport Indonesia (FTPI). Dana alokasi yang dikelola oleh LPMAK untuk kepentingan masyarakat setempat digunakan diantaranya dalam bidang kesehatan, ekonomi, dan pendididkan dalam hal ini pendidikan penerbang yang akan dilaksanakan di Balai pendidikan dan pelatihan penerbang Banyuwangi.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Seksi Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan, Capt. Ahmad Hariri beserta Kepala Divisi Pengembangan Usaha beserta staff dan beberapa instructor BP3B. Tururt hadir pula Kepala Biro Humas LPMAK yaitu Thobias Maturbongs beserta tim.

Dalam kunjungannya tim LPMAK melakukan tour singkat dan joy flight untuk melihat sarana dan prasarana yang digunakan dalam proses belajar mengajar dan melihat kegiatan pendidikan taruna BP3B secara langsung, Beberapa fasilitas maupun kegiatan para Taruna yang dijajaki oleh tim LPMAK antara lain Simulator training device Alsim cessna 172sp, kegiatan hanggar dan flops, kegiatan keseharian para taruna BP3B dari olahraga pagi sampai dengan uoacara makan siang.

Kepala sub seksi pendidikan dan pelatihan BP3B Capt. Hariri menyampaikan dalam rapat bersama tim LPMAK bahwa pendidikan di BP3B bukan hanya bertujuan untuk melulusakan  ataupun mencetak penerbang, Namun juga membentuk karakter penerbang untuk memiliki sikap yang sopan dan santun.  Beliau juga meyakini putra dan putri Papua juga mampu menjadi penerbang karena selama ini para Taruna maupun Taruni yang berasal dari Papua yang ada di BP3B memiliki kemampuan yang memenuhi standart. Hal ini terbukti dari beberapa para Alumni Papua yang telah lulus dari BP3B telah bekerja di beberapa maskapai penerbangan maupun instansi pemerintahan terkait.

Beasiswa putra putri daerah ini merupakan bentuk dukungan program 3T dari pemerintah indonesia untuk daerah tertinggal, terbelakang dan terdepan sehingga kedepannya pendidikan tidak hanya terpusat pada daerah ibukota saja.

HUMAS BP3B

(Jurnalis : Rizki Ocsera; Photographer : Bayu Gelegar)